“Oh yah, aku nggak sadar Kak. Bokep Indonesia Entah ini pertanda ujian atau keuntungan buatku, tapi yang jelas Nidar nampaknya gembira dan sedikit tersenyum memandangiku.“Dar, aku pulang saja, nanti hujannya lama dan tambah keras, temanku bisa khawatirkan diriku” kataku mengujinya. Hanya saja, getaran jantung “dag dig dug” selalu mengganggu pikiranku. Gelisah memikirkan temanku di rumah dan penasaran ingin menikmati kesempatan emas ini dengan Nidar, tapi aku takut juga memulai. Namun sayang, hingga pemberangkatanku ke lokasi KKN, kami sama sekali tidak pernah dapat kesempatan yang kedua kalinya melakukan hal itu, bahkan setelah kami kembali dari lokasi KKN, kami jarang ketemu Nidar karena kami tinggal agak jauh dari lingkungan Nidar. Aku lalu berbaring sejenak di depan TV, sedang Nidar bolak balik masuk kamarnya di samping TV, tapi




















