Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Bokep Arab Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, katanya.“Eh..oh, iya”, kataku kaget.“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.“Ah kamu, ada-ada aja”“Serius mbak”“Makasih”“Restorannya gimana mbak? hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Dadanya menyentuh dadanku, aku memeluknya erat. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Di mobil pun kami diam. Aku memang menyembunyikannya. Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan. Aku pun mencoba menguping.“Apa yang harus aku lakukan?….Apa…”Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi.




















