Aku kembali didera pikiran kurang baik. Bokeb Peniskupun telah semacam ingin meledak. “Ini dah mau jalan mbak, sengaja nunggu mbak dateng..”Jawabku berusaha tenang. Oh my gosh, nikmat sekali. Pagi itu dirinya sangat bimbang serta panik, dengan meneteskan air mata beliau mencoba terus memohon utk memberinya pinjaman kurang lebih 1,5 jt utk menutupi tuntutan hutang dari bandar judi togel di desa. “Mungkin aja kalo itu syaratnya mbak mau pinjem uang..”Jawabku . Aku menatapnya lekat-lekat, pandanganku menelusuri seluruh tubuhnya, semacam ingin menelannya nasib2. “Gampang soal modal, kelak saya pinjemin..klo mau mulai depan mbak..nanti saya tawarin temen2 saya..”
“Gak enak klo dipinjemin melulu, kasian den Agus..” Jawabnya. “Yaa klo utk bisnis kenapa gak mbak, sama2 bantu..saya jg kelak minta harga diskon dong..hehe..” Jawabku.




















