Banyak pertanyaan silih berganti di kepalaku, tapi tidak kuperdulikan. Film Porno Kucium balik telinganya sambil tanganku dengan nakalnya meraba dadanya. “Sweety… this one is for you!” kataku sambil mulai memainkan tuts-tuts piano. Aku tahu, Yo sangat mencintaiku. Dia mengetahui perubahan pada diriku. Tidak berhasil! “I just have a feeling about how happy I am now!” kataku sambil mengecup kening Jeanne. Aku tersenyum padanya. Selama ini aku hanya mengetahuinya dari buku, majalah, atau film. Di kota ini pertama kali aku kehilangan keperjakaanku oleh seorang gadis manis yang tadinya cuma iseng aku pacari (dan dia aku perawani). Tentu saja orang akan “hormat” di depan dia. “Why are you crying…?” Jeanne mengusap setetes air mata yang menetes dari mataku saat bertanya kepadaku.




















