Kalau Mbak Viona kuliah di ibukota propinsi dan mudik ke kotamadya, sedang aku sekolah di kotamadya mudiknya ke kota kecamatan.Wajah Mbak Viona sendiri hanya masuk kategori lumayan. Selebihnya kami lebih banyak diam sambil tiduran selama perjalanan.Yang disebut kamar kos oleh Mbak Viona ternyata sebuah faviliun. Bokep Tobrut Tahu aku pandangi, Mbak Viona memencet hidungku sambil ngomel-ngomel kecil, dan kami pun tertawa. Tapi aku sudah tidak peduli. Bergerak maju mundur dari pelan dan makin lama makin cepat.“Aaaah… Hoooohh,” aku hampir pada puncak, dan Mbak Viona cukup cekatan. Mbak Viona membuka mata, kemudian bangun dari sandarannya dan mendekatkan kepalanya padaku.“Gimana, Mbaknya mau di-embat juga?” ledeknya sambil berbisik.“Kan lain jurusan,” aku membela diri.




















