Andini sadar dan menahan gerakan tangan Pak Rahmat..“Sudah pak…, jangan lagi pak…” sambil memakai kimononya kembali sedang bhnya telah terjatuh.Pak Rahmat kaget dan ia memandang mata Andini, ada nafsu tertahan, namun ia harus mulai memasang strategi agar Andini kembali bisa ia kuasai.“Maaf bu.., kalau tadi saya lancang.” kata Pak Rahmat. Bokep Mama Padahal saat itu Andini merasa dilolosi tulangnya. “Wah kopi… bisa begadang saya malam ini bu.”
“O.. Dengan sedikit acara, barulah Andini resmi bertugas. ya.. “Pak.. terima kasih bu. “Pak.. Sedang hiburan di rumah itu tidak ada karena tidak adanya jaringan televisi. dengan pasti Pak Rahmat, meraih tangan
Andini…
“Ini buk, saya pegang tangan ibu ya.., biar dinginnya hilang….” bisik Pak Rahmat.Andinipun membiarkan Pak Rahmat meraih tangannya, memang ada hawa hangat yang ia rasakan.




















