Tapi saya gerah.” meloncat begitu saja kata-kata itu.Aku belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Bokep Tobrut Ke bawah lagi: Tidak. Ini kesempatan kedua. Aku masih di atas angkot. Dan kubuka celana pantai. Alamak.., jauhnya. Ia menurunkan sedikit tali kolor sehingga pinggulku tersentuh. Sial. Sial. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Haruskah kujawab sapaan itu? Tetapi berlari. Sambil menjawab telepon di kursi ia menunggingkan pantatnya.“Ya sekarang Sayang..!” katanya.“Halo..?” katanya sedikit terengah.“Oh ya. Bibirku melumat bibirnya.“Jangan di sini Sayang..!” katanya manja lalu melepaskan sergapanku.“Masih sepi ini..!” kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi.




















