Mbak Lia masih tersenyum. Bokep STW Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Kulepaskan klip tali sepatunya. Sebab ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalam lututnya. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Pesona yang membutuhkan sanjungan serta pujaan.“Periksalah, Bayu. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Mbak Lia masih tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, serta sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?”Aku mengangguk tak berdaya.“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Bu Lia adalah atasanku yang masih baru menjabat sebagai accounting manager selama beberapa minggu di perusahaan tempatku bekerja.




















