Ada perasaan sedih merayap di hati. Film Porno Tampaknya Aya masih belum berbenah. Kadang “secara tidak tersengaja” jariku menyentuh pahanya. Lalu kuselipkan tanganku ke dalam kaos longgarnya. Kugigit pelan gundukan kecil itu. sshh sshh” desisnya. shhs.. Nafasnya mulai memburu. Lalu kugeserkan kemaluanku ke wajahnya. Tampaknya ia tak melihatku. ada yang mau kubicarakan. Huh, aku tidak bisa berpikir sehat lagi. Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, perempuan semua. Hai..” sahutku lirih. Kukecilkan lampu sampai redup lalu kududukan ia di sofa. Hmm Aya pikirku. Ia mulai mengerang. “Aawwhh.. “Maaf Aya..” sahutku pelan sambil memegang pundaknya. Hmm, wajahku masih merah. Aku sangat marah.




















