Davine dengan sorot mata yang nakal, kembali kututup pintu kamar sambil ngedumel, sialan, batinku. Setelah tidak ada lagi semprotannya, suamiku terkulai di atas tubuhku, kembali aku merasakan aroma tubuh yang berbeda di antara keduanya, kuelus punggungnya dan dia mencium keningku, lalu kami berbenah diri kemudian keluar kamar, tak kudapati Dr. Bokeb Davine dengan sorot mata yang nakal, kembali kututup pintu kamar sambil ngedumel, sialan, batinku. Karena sudah tigahari tidak berhubungan, maka tidak sampai sepuluh menit suamiku sudah orgasme, dia menyemprotkan spermanya di memek ku dengan kerasnya seakan memenuhi memek ku, jauh lebih banyak dari punya Davine tadi, denyutannya begitukeras tapi tak bisa membuatku orgasme dalam waktu sesingkat itu. “oke kamu
berpakaian seperti biasa, kupanggil suamimu masuk, trust me” katanya lalu kami berpakaian seperti layaknya.




















