Ia terus mengelap pahaku. “Mbak Iin.., udah ada pasien tuh,” ujarnya dari ruang sebelah. Bokep Hot Aq tertipu. Bibirku melumat bibirnya.“Jangan di sini Sayang..!” katanya manja lalu melepaskan sergapanku. Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.“Itu kali Mbak,” kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika ia membersihkan paha bagian bawah. Bau tubuhnya tercium. Wajahku merah padam. Lha wong Mbak Iin menutupi wajahnya begitu. Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus. Pasti terburu-buru. Sial. Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku. Jakarta yang panas membuatku kegerahan di dalam angkot.




















