Turun dari mobil, aku memencet bel rumah bernomor 27 yang ada di hadapanku. Bokep STW Gilang ikut-ikutan mengompori.Dengan menahan malu, aku mengangguk pelan lalu menundukkan kepala.Jawab yang sopan, goblok! celoteh Gilang.Beres, nanti kita ajarin ini lonte bareng-bareng.Aku bergidik ngeri. Tahu begini, lebih baik aku memilih dosen pembimbing lain saja.Bagaimana, nak Tania?Terdesak, aku mengiyakan tawaran Pak Darmawan. Alamatnya nanti saya WA.Baik, Pak.—
Mobilku berhenti di sebuah rumah di komplek perumahan mewah. aku cemberut pada ide Natalia. Tania lontenya Tuan, ahhhh.Pak Darmawan sepertinya terpengaruh oleh ucapanku karena tangannya jadi bergerak sangat cepat.Aaahhh Tuan, aaahhh enak, enak banget, geli aahhh. Katanya lo jadi mahasiswi bimbingan bokapnya Gilang, ya udah gue sekalian cerita aja seberapa murahannya lo ke dia.




















