bukan kemauan Abang, Rin! Bokeb Aku buka dan kubaca, ternyata Bu Putri yg mengirimnya. “ Oo Iya, Bang! Aku-pun kaget dgn apa yg dilakukan oleh Bu Putri, dan mendadak dia berbisik di kupingku,
“ kalo kamu mau, kamu gag perlu mikir masalah tanggung jawab, apalagi menafkahinya Mas Adit! ” tanyaku dgn gugup dgn aksi Bu Putri terhadapku.Mendengar pertanyaanku itu, Bu Putri mendorong badanku hingga terbaring di Kursi, dan menindih badanku lalu kembali berbisik. Tak terlalu sulit untuk mendapatkannya, hingga dalam beberapa detik, aku telah berhasil menenggelamkan jari tengahku di liang kemaluan Bu Putri. “ Silahkan, Ka! ” ucap Bu Putri.“ Kalo mikir kawinya aja sih memang enak Bu, tapi tanggung jawabnya-kan besar Bu, belom lagi nanti menafkahinya… hhe… ” Jawabku. Dgn posisi berdiri di sisi




















