“Pak dicky..! Bokep Korea Kulihat di depanku tertumpuk sejumlah uang pecahan seratus ribu. Setelah mengunci pintu, diturunkannya aku di tepi ranjang. Aku sempat berpamitan dengan mereka sebelum aku kembali berjalan menuju pintu keluar saat tiba-tiba salah seorang dari mereka memanggilku..“Nin.., Temenin kita main dong..!” serunya. Sesaat kemudian posisinya sudah digantikan oleh temannya, dan aku kembali diperkosa. Saat aku balikkan badan, kulihat Mas Agus sudah barada tepat di depan pintu. “Tapi Nin?” ujar Lenny dengan wajah ketakutan. Tolong saya Pak..!” jeritku sambil menyapukan pandangan mencari manajerku.Betapa terkejutnya aku saat kulihat Pak Dicky sedang mendekap tubuh Lenny sambil tangannya berusaha melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya dibantu oleh tiga orang temannya.




















