Maka kami pun pergi ke sebuah klinik, setelah mendapat nomor antrian kami duduk di ruang tunggu. Bokeb “Aku nyaman ndi bersamamu ” sambil novi kembali mendekatkan tubuhnya memelukku. Belum ada 10 langkah ku berjalan tiba-tiba ada panggilan dari samping ” mas, sini kamu!” suara wanita dengan nada ketus. Karena harus membantu naik bed mau tidak mau aku harus membopong Anita dengan sebelumnya minta maaf kulingkarkan tanganku ke punggung dan paha bagian belakang tubuh Anita dam hup ku bopong tubuh anita ke bed, walau sesaat kurasakan sesuatu yang kenyal melesak menempel di dadaku. Namun bukan jawaban yang dia berikan tapi hentakan kebawah hingga penis ku masuk semua ke lubang senggamanya. Kupegang pinggangnya dan kutarik mundur namun semakin erat dia memeluk seolah tak mau melepaskan.




















