lalu bagaimana Mbah? Bokep Rusia tenang sajalah kau..” katanya dengan logat batak yang kental. Dengan gerakan ditenang-tenangkan aku mengambil gelas dan mengisinya dengan air kembang dari baskom di mejaku. Dengan canggung dia menurut: “buka lebar-lebar kakimu Nduk” kataku. Suaranya terhenti. aku semakin bingung: “yang apa to mas? Kamu sudah merasa enakan sekarang?” dia mengangguk: “i..iya Mbah.. Apakah kamu sudah merasa enakan?” dia diam saja. Aku berbisik: “piye, Nduk? Di depan rumah ternyata ada puluhan orang lain yang sudah berkumpul, para tukang ojek yang mangkal, tetangga, dan orang-orang lain. Si Kasno bangsat itu sudah masuk dalam sekali ke tubuhmu.” Kulihat ia mengangguk, mekipun tampak masih sangat ragu.




















