Saya sudah sering melihat Linda bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Bokeb Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Saya melirik dan melihat Linda datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Nadia tenang-tenang saja.“Linda juga mau kancitan,” kata Linda tiba-tiba.“E-eh, Linda masih kecil..” kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.“Linda mau kancitan, kalau nggak nanti Linda bilangin Abah.”“Jangan Linda, jangan bilangin Abah.., kata Nadia membujuk.“Linda mau kancitan,” Linda membandel.












