Setelah beberapa penjelasan yang saya berikan, dia mulai mencoba handphone itu, meski beberapa kali ada salah pencet. “Kamu cantik sekali Ana, kamu manis” rayuku. Bokeb Sambil terus berciuman, saya mulai merebahkan Ana di karpet tempat kami duduk. Selain pekerjaan tetap saya sebagai seorang staf HRD di sebuah perusahaan swasta, saya juga mempunyai usaha sampingan sebagai retailer handphone. “Suu..daahh Dika mmaa..ssuu..kkiinn” desahnya tak sabar. Dia terus mengulum dan mengisap batang kemaluan saya, hingga akhirnya. pelan.. Saya memang memanggil dia dengan Mbak karena dia teman Mbak Citra. “Biarkan didalam saja sayang, aku masih ingin merasakan hangatnya” bisik Ana di telinga saya. Saya semakin nekat, perlahanlahan saya mendekatkan wajah saya ke arahnya dan saya lihat dia mulai memejamkan matanya.




















