Aku bertaruh kamu pasti bingung apa yang harus kaulakukan pada seorang wanita yang mendadak berada di rumahmu pada jam satu pagi.”
“Terserah apa katamu,” gumamku, lalu menghempaskan tubuhku di atas sofa. Bokep Crot Teruskan.” Aku tak tahu apa maunya sebenarnya. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Waktu itu kulihat ia berdiri sendiri di depan pintu lorong yang menghubungkan ballroom dengan dapur. Kali ini senyumnya melebar. Yang ada hanyalah gambaran sebuah kebekuan. Kelelahan sudah merasuk ke dalam tulang sumsumku. Sebentar. Kamu suka mendengar semua ini?”
“Setiap pulang kerja.” Ia lalu memasukkan satu CD ke dalam deck, lalu memencet beberapa tombol dengan raut percaya diri. Sejuta kesan yang tiada pernah lengkap diurai dengan kata-kata. “Ada yang salah?” tanyaku. Sejujurnya, baru kali itulah aku menyaksikan kemaluan seorang wanita




















