Pak Karim masih melihat layar komputer. ,
“Nggak ngapa ngapain udah mau tidur”, Rini berkata sambil menggigit bibir bawahnya. Bokep Montok Hampir seluruh kota sudah tau reputasi Pak Fahri sebagai tukang kawin.“Pak, gap kita sangat banyak, harus ada nasabah besar buat bantu target kita”, kata Rini. “, Rini makin pede. Kl gitu sekalian Rini pamit pulang ya, Pak..Sesampai di rumah, setelah selesai membersihkan make up dan mandi, Rini menelpon Rais melalui video call, sudah pukul 19.30, di Makassar sudah jam 20.30. Tidak lupa rasa penasarannya terhadap Pak Fahri dan mbak Ida, CSR terdahulu.“Yakin kamu mau prospek Pak Fahmi… heheh”, mbak Santi malah tertawa. “Ugh.. “Minta dikirim kapan, Pak”, kata Rini. Rini makin penasaran, “Maksudnya gimaba, Mbak..”
Mbak Santi pun mulai bercerita
“Kalo menurut salah Ida juga sih.




















