Pukul enam, Bagas sudah menungguku di depan stand seorang diri. Bokep STW Dengan tertawa aku berkata bahwa aku tidak marah, karena tidak ada alasan untuk itu.Tetapi aku tidak memberikan langsung nomor teleponku, aku hanya memberitahu bahwa aku bekerja di salah satu stand di salah satu hall. Bagas menarik kepalaku ke dadanya, sambil mengeringkan air mataku. Dari matanya aku tahu apa dia ingin ngesek. Aku hanya meletakkan kepalaku di dadanya sambil memeluk erat tubuhnya.Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Bagas, dan aku pun ikut terlelap. Sesekali ada orang lain yang menyapa Bagas, sedangkan karena aku orang baru maka aku tidak mengenal seorang pun.Diselingi musik kami pun sedikit menari di tempat yang cukup sempit, terkadang Bagas mencium pipi, atau tengkukku.




















