Selesai menyelesaikan buka komputer aku kembali ke ruang keluarga yang melewati kamar pembantu dan kamar mandi mereka. Bokeb ”Emm..iya deh”. “Nngg..nggak usah Pak..ngrepoti Bapak“. ”Ssuuddaahh Pppaakk..aaaddduuuhh..oohhhh”, disertai geliat tubuh yang makin menjadi. “Terserah kamu”, jawabku sambil tersenyum. Perutnya sedikit rata dan..hmm..rambut bawahnya hanya sedikit”. Kutatap matanya dan ”sssttt..”, jari telunjuk kanan kuletakkan di bibirnya. Sesekali aku meliriknya. Sabun yang sedikit basah berpindah dan tangan kami mau tidak mau bersentuhan. Tina agak malu rupanya, tetapi ada sedikit senyum di sana. Letak meja makan dengan kamar pembantu hanya 3 meteran. Kepalaku tetap diusap –usap oleh Tina. Kubalikkan tubuhnya, lalu kuguyur punggungnya sekarang. Berlagak gak liat aja ahh”. ”Bapak nggak usah mikir.




















