Tanpa kuduga ia mendorongku untuk bersandar ke bangku, dengan sigapnya tangannya membuka sabuk yang kupakai, lalu membuka zipper jins hitamku. Di sana kami terdiam, mendengarkan ombak, begitu istilah Diana tadi. Bokep Live Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita. Diana memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar.“Mas, setelah ini mau kemana?”“Pulang. Ngantuk. Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Disitulah ada gadis yang memang cantik parasnya, pandanganku tertuju kepada gadis itu, saat itu dia sedang bergerombol dengan temannya yang berkampanye kepada sebuah partai, dia memberiku senyuman kepadaku.Gadis itu dan temannya memakai sebuah kaos partai, yang mana bagian bawahannya dan lengannya dipotong sehingga menyerupai sedang memakai tank top, sedangkan bawahannya dipadu dengan celana panjang ekstra ketat yang berwarna putih.“Mas, Mas wartawan ya?” katanya kepadaku.“Iya”.“Wawancarai kita dong”,




















