Ia memakai tshirt ketat. Bokep Mama Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. “Aku tahu”Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Saat itu sedang ada sinetron.“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.Aku duduk di sebelahnya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya.Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”.Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak”“Sebentar ya”, katanya. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Kami benar-benar canggung pagi itu.




















